Kenapa Memilih Cobek dan Ulekan dari Batu Alam / Candi (vs Batu Kali / Keramik).

Saya rasa para ibu rumah tangga atau siapapun yang bergelut dibidang masak-memasak yang membutuhkan ulekan berserta cobeknya (Munthu dan Cobek) pasti bisa membedakan antara menggerus dan menghaluskan bumbu dapur untuk berbagai masakan dengan menggunakan Cobek dan Ulekan dari Batu Alam (Batu Candi dari Gunung Merapi) dengan Cobek dan Batu Alam dari Batu Kali atau Keramik.

Cobek dan Ulekan dari Batu Alam (Candi) Merapi karya Pengrajin Dusun Sewan

Cobek dan Ulekan dari Batu Alam (Candi) Merapi karya Pengrajin Dusun Sewan

Mungkin mereka hanya mengetahui bahwa menggunakan Batu Alam / Batu Candi untuk Cobek dan Ulekan ternyata lebih enak dan mantap untuk menghaluskan bumbu daripada pake Ulegan dan Cowet (Cobek) dari Batu Kali atau Keramik tapi tidak tahu alasannya. Nah disini saya akan memberikan jawaban kenapa Batu Alam lebih unggul dibanding Batu Kali atau Keramik untuk Cobek dan Munthu.

Keunggulan Batu Alam untuk Cobek dan Ulegan dibanding Batu Kali / Keramik

Pertama harus diakui bahwa Batu kali memiliki kekuatan dan kerapatan yang lebih tinggi dibanding Batu Andesit Merapi atau lebih sering disebut dengan Batu Kali atau Batu Alam. Dengan demikian berat batu kali dan kekuatannya jauh lebih bagus. Tekstur Batu kalipun lebih halus dan lembut dibanding batu candi.

Tapi justru keunggulan Batu Kali dibanding Batu Candi ini merupakan kekurangannya itu sendiri ketika diperuntukan sebagai bahan baku Cobek atau Ulekan. Kerapatan dan halusnya permukaan batu kali menyebabkan Batu kali lebih sulit digunakan untuk menggerus dan menghaluskan bumbu. Kehalusan permukaan batu kali membuat bumbu sering meleset waktu digerus sehingga lebih susah. Dengan kata lain, cengkraman ke bumbu Batu Kali kurang bagus dibanding batu Alam / Candi. Sedang Batu Candi / Batu Alam yang mempunyai tekstur permukaan lebih kasar, walaupun kalah kuat dibanding batu kali (beratnya juga lebih ringan), tetapi Batu Alam lebih mudah digunakan untuk menggerus dan menghaluskan bumbu dibanding Batu Kali.

Demikian pula kalau dibandingkan dengan Cobek dan Ulegan dari Keramik. Karena Keramik cenderung memiliki tekstur yang sangat halus, maka para ibu-ibu bakalan menemui kesulitan ketika hendak menghaluskan bumbu, terutama bumbu-bumbu yang berbahan licin semisal tomat, gula jawa, cabe (lombok), dan sejenisnya. Jika tidak percaya silahkan coba bandingkan langsung, dan rasakan perbedaannya. Hal yang sama bisa dibandingkan dengan Ulekan dan Cobek dari Tanah Liat atau Kayu.

Perlu diingat pula, Batu Candi / Alam merapi juga memiliki tingkatan kerapatan dan kekasaran yang berbeda-beda, jangan lalu karena saya bilang lebih kasar lebih mudah menggerus, anda memilih cobek dan munthu (ulekan) yang kasar banget, itu juga salah. Karena semakin kasar, artinya batu itu kurang rapat dan kurang kuat, ini tidak bagus untuk menghaluskan bumbu. Batu Alam yang terlalu kasar dan kurang halus, mudah tergerus “batunya” itu sendiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *