Alat Pahat Batu Alam Merapi : Cutter / Pemotong Listrik (Bagian Kedua)

Melanjutkan tulisan bagian pertama dari Peralatan Pahat Batu, kali ini saya akan membahas salah satu alat yang dalap proses pahat batu terkini memegang peranan kunci yang sangat signifikan. Bisa dikatanan alat ini adalah alat wajib yang musti dimiliki oleh Para Pengrajin Pahat Batu di Dusun Sewan, Sedayu, Muntilan. Alat ini sering disebut dengan Cutter, atau bisa kita sebut dengan Pemotong. Karena Daya yang dibutuhkan berasal dari Listrik, dan untuk membedakan dengan cutter (gergaji batu besar), kita bisa menamainya dengan Cutter Listrik atau Pemotong Listrik. Listrik yang digunakan berasal dari Listrik PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan dayanya gak butuh terlalu banyak.

Alat Pahat Batu: Cutter / Pemotong Listrik

Alat Pahat Batu: Cutter / Pemotong Listrik

Cutter (Pemotong Listrik) adalah salah satu alat pahat modern yang menggusur beberapa fungsi yang dulu dilakukan oleh peralatan pahat traditional semacam tatah. Beberapa fungsi yang tergantikan oleh Cutter Listrik ini antara lain dalam hal menghaluskan batu, memotong batu, menatah batu, dan beberapa fungsi dasar pahat lainnya. Kenapa demikian? Berikut ini beberapa contoh kenapa bisa demikian.

Membentuk Alur Belah

Sebelum membelah batu menjadi beberapa bagian sesuai ukuran yang dinginkan dengan menggunakan alat belah, batu sebelumnya dibuat semacam alur belah agar pembelahan tidak keluar dari bentuk yang dinginkan. Dengan adanya alur belah, batu akan terpotong tepat sesuai dengan alur belah itu sehingga sesuai dengan bentuk yang diinginkan.

Pembuatan Alur Belah Batu dengan Cutter / Pemotong Listrik

Pembuatan Alur Belah Batu dengan Cutter / Pemotong Listrik

Nah, sebelum adanya cutter atau pemotong listrik ini, proses pembuatan alur belah menggunakan alat tatah dan palu. Karena berupa alat traditional, proses pembuatan alur ini cukup memerlukan waktu dan masih sangat sederhana. Dengan digunakannnya cutter listrik, maka membentuk alur pada batu alam gunung merapi yang ingin dibelah bisa lebih mudah dan cepat serta hasilnya jauh lebih bagus. Kalau dengan tatah sebagai pembuat alur belah kadang pembelahan bisa tidak sesuai dengan yang diinginkan tapi dengan cutter, kemungkinan terjadi kejadian miss-belah (gagal-belah) bisa diperkecil.

Penghalusan Produk Jadi Batu Alam

Sekitar tahun 1990an ketika belum digunakannya Alat Pemotong Listrik (Cutter Listrik) ini, seluruh pengerjaan pahat batu dilakukan secara manual traditional. Produk Kerajinan Batu semacam Ulegan / Munthu, Cobek, Lampion, air mancur, dan sebagainya dihaluskan dengan menggunakan tatah, itupun produk hasil akhirnya tidak begitu halus atau masih agak kasar. Untuk membuat produk dari Batu Alam ini lebih halus dan indah, masih diperlukan adanya penghalusan secara manual yaitu dengan batu gosok. Batu gosok ini semacam ampelas yang digosok-gosokkan ke produk batu agar permukaan hasil kerajinan batu lebih halus. Itu dulu.

Penghalusan Kerajinan Batu dengan Cutter Datar bentuk Mangkok

Penghalusan Kerajinan Batu dengan Cutter Datar bentuk Mangkok

Dengan adanya Cutter Listrik, proses penghalusan manual dengan batu gosok ini tidak lagi diperlukan. Hal ini karena Cutter listrik bisa difungsikan sebagai alat penghalus batu serta hasil potongan dari Cutter listrik hasilnya sudah sangat halus. Yang diperlukan sekedar membersihkan hasil pahat dari debu-debu sisa pemahatan. Pembersihan ini cukup dengan menggunakan sikat dan air, tidak lagi diperlukan Batu Gosok.

Pembentukan Pola-Pola Ukiran Pahat Batu

Sebagian besar dari produk kerajinan batu alam / batu candi dari Gunung Merapi sebelumnya dikerjakan dengan cara pahat manual yaitu dengan tatah dan cuplik. Ketika ingin membentuk batu menjadi ukiran atau bentuk tertentu, tatah memegang fungsi utama, sedang cuplik sebagai alat pembentuk kasar sebelum dilakukan pentatahan.

Namun, sekarang ini, hampir sebagian besar fungsi yang dilakukan oleh tatah maupun cuplik sudah tergantikan dengan Cutter Batu Listrik. Baik itu dalam membentuk ukiran, menghaluskan, membentuk pola, dan sebagianya.

Dua Jenis Pemotong / Cutter Batu Listrik

Karena alasan-alasan diataslah, sekarang ini, alat pahat traditional semacam tatah dan cuplik tidak lagi memegang peranan vital dalam pahat batu. Walaupun alat tatah dan cuplik itu tetap digunakan untuk fungsi-fungsi tertentu yang tidak bisa dilakukan oleh Cutter Listrik.

Sebagai alat Pemotong, Cutter Listrik setidaknya memiliki dua jenis kepala potong / Piringan yang berbeda fungsi utamanya: Potong Tegak dan Potong Datar (Penghalus). Berikut ini bentuk dan fungsinya.

Kepala Cutter Potong Tegak: Ini adalah bentuk dari kepala potong yang fungsi utamanya adalah untuk memotong batu. Biasanya digunakan sebagai pembuat alur belah, memotong batu, membuat garis utama, dan fungsi-funsi potong lainnya. Bentuk dari Kepala Cutter Potong adalah mata cutter tajam (segmen) diujung piringan serta piringannya berbentuk datar dan ada semacan celah-celah disekelilingnya..

Kepala Cutter Potong Datar / Penghalus: Fungsi utama dari kepala Potong Datar ini adalah menghaluskan batu atau membentuk batu secara mendatar. Jika ada batu yang ingin dibentuk menjadi sedikir melengkung, maka alat Cutter Penghalus ini yang digunakan. Bentuk dari Kepala Cutter Potong Datar ini adalah tajam disalah satu sisi luar. Piringannya pun tidak berbentuk datar tapi lebih berbentuk seperti mangkok dan mata cutter (segmen) ada dipinggir mangkok. Karena bentuknya seperti mangkok ini maka alat cutter ini sering juga disebut dengan MANGKOK.

Masih ada beberapa bentuk kepala potong yang lainnya, namun dua macam bentuk yang disebut diataslah yang biasanya digunakan oleh Pengrajin Pahat Batu Munthu.Com. Sedikit hal yang remeh tapi lucu, karena Cutter ini memegang peranan utama dan vital bagi pengrajin batu, dan digerakkan dengan tenaga listrik PLN, ketika listrik mati, hampir sebagian besar pengrajin juga menghentikan aktifitasnya dan lebih memilih duduk-duduk nongkrong (kecuali para pengrajin bubut dan gergaji diesel). Ini karena mereka gak mau repot-repot memakai alat pahat traditional lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *