Peralatan Pahat Batu Merapi: Palu dan Belah

Guna mengenal lebih dekat dengan Kerajinan Batu, disini saya akan memberikan sebuah pengantar tentang salah satu bagian utama dari keberhasilan memahat Batu Merapi. Salah satu hal utama tersebut adalah Peralatan Pahat Batu. Setiap proses memahat batu sehingga dihasilkan karya yang indah dan menarik, para pengrajin dibantu dengan peralatan-peralatan yang sebagian besar berasal dari besi atau baja. Baik itu yang berupa peralatan tradisional semacam buat menatah atau membelah batu, maupun yang sudah lumayan modern semacam untuk memotong batu.

Beberapa Peralatan Utama Pahat Batu

Beberapa Peralatan Utama Pahat Batu

Peralatan Pahat Batu Merapi

Sekedar sebagai pengetahuan, ada beberapa alat pahat yang dahulunya sangat diperlukan tetapi sekarang sudah tidak digunakan lagi. Kenapa tidak digunakan? Karena alat pahat khusus tersebut sudah tergantikan dengan peralatan yang lebih modern. Lebih modern disini adalah dengan menggunakan alat yang lama, proses dan kesulitannya lebih tinggi dibanding dengan alat yang baru dan modern. Terlebih lagi dari segi kecepatan pembuatan kerajinan batu, menggunakan alat pahat batu lama kecepatannya pengerjaannya tidak sebanding lagi dengan alat yang baru.

Palu

Palu sebagai alat pemukul merupakan peralatan utama dan paling penting yang dimiliki oleh Pengrajin Batu. Bisa dikatakan tidak ada seorang pengrajin batu yang tidak memiliki alat ini. Tanpa Palu Pengrajin batu bukanlah pengrajin batu. Sedemikian pentingnya sebuah palu, ibarannya Pengrajin Tanpa Palu artinya tanpa kerjaan alias mandul.

Tidak sembarang palu bisa dipakai oleh Perajin Batu Sebagai Pemukul. Anda bisa mendapatkan dengan mudah Palu di toko-toko bangunan atau tempat-tempat penjualan alat rumah tangga, tetapi Palu tersebut belum merupakan palu yang bisa dipakai oleh Pengrajin Batu dalam pekerjaannya sehari-hari. Kenapa demikian?

Ada dua alasan utama. Pertama pada faktor Pegangan Palu itu sendiri. Pegangan Palu haruslah menggunakan bahan kayu yang cukup kuat. Kayu Kopi, Kayu Jati, Kayu Nangka merupakan sejumlah bahan pegangan Palu yang cukup bagus. Pegangan juga musti menyesuaikan dengan masing-masing karakter dari Pengrajin itu sendiri. Pengrajin biasanya lebih menyukai memasang Pegangan Kayu sendiri dari pada dipasangkan oleh orang lain. Selain bisa memastikan kenyamanannya juga kekuatan pegangannya.

Faktor Kedua adalah Kepala Palu yang terbuat dari Besi (kadang-kadang ada campuran bajanya). Jika membeli kepala Palu dan langsung digunakan untuk memahat batu, sering terjadi Kepala palu ini tidak bertahan lama. Seminggu aja digunakan bisa langsung rusak. Hal ini disebabkan Besi yang digunakan belum begitu kuat. Alhasil Palunya jadi mleyok-mleyok aka rusak. Jadi sebelum digunakan, Kepala Palu musti disepuh terlebih dahulu. Hampir sama dengan cara penyepuhan alat pahat hanya tidak harus dilakukan penempaan (Baca: Mipeh – Penajaman Kembali Alat Pahat Batu). Setelah dipastikan Kepala Palu cukup kuat (Tua tapi tidak ketuaan pada waktu nyepuhnya), baru kemudian Kepala Palu dipasang dengan pengangannya (jawa: gagang) dan siap digunakan.

Palu juga ada beberapa jenis bergantung ukurannya. Ada yang cukup besar yang biasa digunakan sebagai pemukul untuk membelah batu yang sangat besar. Ada pula yang kecil sebagaimana terlihat di gambar yang biasanya dipergunakan untuk menatah, mencuplik atau membelah batu ukuran kecil.

Belah

Belah adalah salah satu jenis dari alat pahat batu yang biasa digunakan untuk membelah batu. Semisal batu berukuran besar ingin dibelah menjadi beberapa bagian, maka alat utama yang digunakan untuk membelah ini adalah Alat Belah. Ukuran dari alat belah ini biasanya pendek-pendek dan agak pipih.

Terkadang untuk membelah batu menjadi beberapa bagian cuma dibutuhkan 1 buah alat belah, tetapi jika batu yang ingin dibelah menjadi beberapa bagian berukuran cukup besar, maka alat belahnya tidak cukup hanya 1 buah; bisa 3 atau bahkan 5 buah sekaligus yang digunakan. Agar proses pembelahan batu berjalan sesuai dengan keinginan Pengrajin Batu, dibutuhkan pula cutter (pemotong) atau tatah, untuk membentuk apa yang sering disebut alur pembelahan.

Sama dengan Palu dan juga peralatan Pahat lainnya yang terbuat dari Besi, jika alat belah ini masih baru alias baru saja datang dari toko bangunan atau hasil pembelian, masih dibutuhkan proses penajaman dan penyepuhan kembali agar didapatkan alat belah dengan kualitas yang bagus. Jika tidak dilakukan penyepuhan, alat belah ini akan mudah bengkok, atau bahkan patah jika terlalu tua proses penyepuhannya.

Catatan: dalam wawancara dengan beberapa pengrajin, saya ketahui bahwa ada pengrajin yang sudah tidak menggunakan belah untuk membelah batu. Mereka mengatakan cukup dengan alat tatah (dibahas di bagian kedua), dan pisau cutter. Ini dikarenakan mereka menerima bahan baku sudah dalam bentuk batuan yang kecil-kecil sehingga mudah untuk dibelah tanpa alat belah.

Bersambung ke bagian kedua: Cutter Listrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *