Pembuatan Munthu Batu Merapi: Beda Tangan, Beda Sentuhan Akhir

Sebagaimana telah diketahui, munthu sebagai alat penghalus bumbu yang berpasangan dengan cobek bisa terbuat dari berbagai macam bahan dasar. Ada yang dari bahan kayu, ada yang dari bahan semen, ada yang bahkan dari bahan keramik. Akan tetapi munthu yang berbahan baku Batu Andesit Merapi sudah lama TERKENAL menjadi alat penghalus bumbu yang paling bagus dibanding memakai bahan kayu atau yang lainnya. Ada Aroma khas batu yang menyebabkan bumbu semakin tambah lezat dan nikmat aromanya.

Seorang Pengrajin Sedang Memahat Batu Membuat Munthu Di Pinggir Sawah Dusun Sewan

Seorang Pengrajin Sedang Memahat Batu Membuat Munthu Di Pinggir Sawah Dusun Sewan

Jika benar-benar memperhatikan bentuk dari munthu-munthu batu, walaupun secara garis besar bentuknya sama, akan tetapi kalau anda jeli ada perbedaan antara munthu satu dengan munthu yang lain dalam hal detail bentuknya. Ada yang kepalanya agak besar, ada yang kepalanya agak pipih, ada yang kepalanya datar dan pendek, ada yang tekukan lehernya landai, ada yang tekukannya agak tajam, ada yang pegangannya besar memanjang, ada yang pegangannya membulat, dan sebagainya.


Hal tersebut terjadi karena faktor tertentu. Faktor pembedanya adalah Tangan Pengrajin itu sendiri. Setiap pengrajin memiliki ciri khas masing-masing yang menjadikan bentuk dari munthu berbeda dengan pengrajin yang lainnya. Jika seorang pengrajin ditanya bentuk munthu ini buatan siapa, dengan cekatan dia bakalan bisa menunjukkan siapa pembuatnya. Itulah seni pembuatan munthu. Beda Tangan, Beda Sentuhan Akhir.

Yang lebih unik lagi, ada pengrajin munthu yang kurang mahir menggunakan peralatan pahat sedemikian sehingga dia melakukan proses pembuatan munthu hampir 90 persen tidak tersentu alat pahat traditional semacam tatah. Dia hanya menggunakan cutter (pemotong berbentuk piringan yang digerakkan dengan motor listrik) untuk membentuk dan mengolah batu menjadi munthu.

Mana yang lebih baik antara munthu hasil sentuhan pengrajin satu dengan pengrajin yang lain? Yang lebih baik tergantung dari subjektifitas para konsumen, ada yang suka kepala lebar, ada yang suka pegangan kecil, dan sebagainya. Semua menyesuaikan dengan selera konsumen atau pengguna akhir (yang kebanyakan adalah ibu-ibu rumah tangga).

NB: Munthu juga sering dikenal dengan sebutan Ulegan. Sering juga ditulis Muntu dari pada Munthu, walaupun kalau lidah Jawa (khusunya DIY dan Jawa Tengah, lebih cocok menyebutnya Munthu.)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *